Logo

SMKS Putra Bangsa

Logo

Putri, Anak Tukang Tambal Ban Asal Bontang Jadi Wakil Kaltim ke Paskibraka Nasional 2025

calendar_today 27 July 2026
person Apratama
prestasi
Putri, Anak Tukang Tambal Ban Asal Bontang Jadi Wakil Kaltim ke Paskibraka Nasional 2025

Putri Nur Azizah tidak menyangka bisa sampai ke titik tertingginya. Dia mewakili Bontang, bahkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan ke-80 HUT Republik Indonesia nanti.

Lokasi upacara belum diketahui, apakah dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta atau di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU).

Bagi Putri, di manapun pelaksanaan upacara, menjadi Paskibraka merupakan suatu kebanggaan. Dia menjadi bagian dari para pemuda dan pemudi hebat dari Sabang sampai Merauke di hari bersejarah itu.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini tidak menyangka bisa sampai ke titik ini. Dia sempat minder. Berpikir bahwa dirinya tidak akan lolos dalam seleksi itu.

“Sempat pesimistis juga awalnya. Saya pikir teman saya yang dari Kukar (Kutai Kartanegara) yang lolos karena menurut saya dia lebih dari segi apapun. Tapi ternyata saat pengumuman, saya yang lolos seleksi itu. Rasanya jantung saya hampir berhenti,” kata Putri, Sabtu 12 Juli 2025.

Dia menceritakan, banyak hal yang terjadi sebelum seleksi ke tingkat nasional. Misalnya, dia mengalami impaksi gigi.

Impaksi gigi merupakan suatu kondisi saat gigi gagal untuk tumbuh sepenuhnya (menembus) dari gusi. Kondisi itu pun mengharuskan Putri mencabut gigi.

Masalahnya, saat mau operasi pencabutan gigi, alatnya belum datang. Bahkan sampai satu pekan, siswi Kelas 2 Jurusan Keperawatan SMK Putra Bangsa ini belum juga menjalankan operasi pencabutan gigi.

Hal itu pun sempat membuat anak pasangan Silam Jaya dan Sumiati (almarhumah) patah semangat karena takut tidak bisa mengejar waktu seleksi.

“Saya sempat minta teman untuk menggantikan. Tapi ternyata, operasi itu bisa dilakukan. Jadi, saya tetap bisa berangkat ke Jakarta untuk seleksi,” ucapnya.

Perempuan yang hobinya menari itu mengaku, awalnya berpikir bisa lulus menjadi paskibra di tingkat kota saja, sudah syukur.

Ternyata, saat seleksi di tingkat kota, Putri masuk dalam tiga besar. Mereka langsung diikutkan untuk seleksi di tingkat provinsi. Dari Bontang ada enam orang: tiga pasang.

Dia kembali berhasil. Seleksi di tingkat provinsi, dia lolos tiga besar. Pun secara otomatis dirinyi dikirim ke Jakarta untuk bisa ikut seleksi nasional.

Kaltim kembali mengirim tiga pasang. Ternyata Putri kembali lolos bersama temannya dari Samarinda.

Kini Putri akan bersiap untuk berangkat ke Jakarta. Dia dan keluarganya berangkat ke Balikpapan, Minggu 13 Juli 2025 karena keesokannya dia dan temannya berangkat ke Jakarta.

“Saya menginap di Balikpapan dulu. Di tempat keluarga di sana. Biar tidak buru-buru,” ucap Putri.

Sementara itu, Silam Jaya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban mengaku bangga anaknya lolos sebagai Paskibraka.

Hal karena putrinya bisa mengharumkan nama keluarga besarnya, bahkan nama Provinsi Kaltim. Menurutnya, anak tukang tambal ban bisa tembus ke kancah nasional. “Kalau ibunya masih hidup, pasti dia sangat bangga sekali,” ucapnya.

Silam mengatakan, awalnya dia tidak mengetahui jika anaknya ikut seleksi Paskibra. Ia baru mengetahui ketika Putri lolos di tingkat provinsi.

“Saat itu saya di Jawa. Setelah saya mengetahui Putri lolos di tingkat provinsi, saya langsung pulang ke Bontang. Saya senang sekali,” ungkapnya.

Ia menceritakan, Putri adalah anak yang mandiri. Dia tidak mau menceritakan apapun kepada dirinya sebelum apa yang dilakukannya berhasil.

“Selama ini, Putri tinggal bersama pakde dan budenya (om dan tante). Sejak ibunya meninggal, Putri sudah sama mereka. Tapi, memang ketika sudah berhasil, baru Putri beritahu saya,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pakde dan budenya Putri, yakni Jupri dan Pujianingsih. Diketahui, Pujianingsih adalah kakak dari almarhum Sumiati, ibu Putri.

Perempuan yang akrab disapa Puji itu mengaku senang mendengar keponakannyi bisa lolos menjadi bagian dari Paskibraka.

Sanking senangnya, setelah mendengar informasi itu, dia sampai membuat acara syukuran di rumahnya. “Syukuran kecil-kecilan saja,” ungkapnya.

Puji mengungkapkan, saat seleksi di tingkat kota, Putri sudah memberitahu kepada dirinya. Saat itu, dia berpesan bahwa jika ingin melakukan sesuatu, maka jangan setengah-setengah. Harus serius dan fokus. Fokus untuk menyelesaikan apa yang sudah diputuskan untuk dilakukan.

“Memang Putri ini dari dulu penurut. Dia juga pintar. Jadi, dia pasti lakukan apa yang kita berikan. Saya bersyukur, bisa sampai ke titik ini. Ini pencapaian yang luar biasa buatnya. Saya nanti saat pengukuhan akan datang ke Jakarta bersama Pakdenya,” ungkapnya.

Dia menceritakan, Putri merupakan anak yang berbakti. Setiap pulang sekolah, dia pasti singgah ke pasar membantu Bude dan Pakdenya berjualan.

Di hari libur, tidak digunakan Putri untuk bersantai. Seharian penuh dia membantu berjualan sayuran di Pasar Rawah Indah Bontang.

“Kalau Pakdenya ini datang ke pasar pasti jam 3 atau 4 pagi. Kalau saya jam 6 pagi. Nah kalau Putri di hari libur tidak pernah absen untuk datang ke sini. Dia tidak gengsian. Apa saja pasti dilakukan. Saya sudah anggap dia sebagai anak saya sendiri. Kebetulan, saya tidak memiliki anak,” ungkapnya.

Bagikan Berita Ini: